Sistem informasi merupakan salah satu akses menuju suatu teknologi yang sngat penting dalam kehidupan sehari - hari.perlunya dikelola Sistem Informasi adalah untuk mengirimkan data -data yang penting bagi setiap para pengelolanya.
Data merupakan suatu informasi yang telah diproses untuk menjadi suatu acuan bagi penerimanya. Pemahaman mengenai dibentuknya BUMN IT adalah sangat bermanfaat sekali, karena seseorang yang berasal dari latar belakang memiliki pemahaman yang sangat luas sekali, karena mereka memahami arti sebuah data dan cara untuk pengolahannya.
BUMN IT berfungsi untuk :
- Menyaring data sesuai dengan kebutuhan negara
- Mengolah informasi untuk dikirim untuk penggunanya
- Memberikan informasi yag benar - benar kompleks kepada penggunanya.
dari sini jika BUMN IT dapat berperan sesuai dengan fungsinya,maka lnbaga yang dikelola tersebut dapat berhasil disegala bidang dengan lingkup informasi/
Rabu, 21 Januari 2009
Senin, 19 Januari 2009
Argumen Tentang SI NAS
1. Pengertian Sistem Informasi Nasional
Sistem Informasi Nasional merupakan suatu sistem yang dapat melakukan atau menyimpan data-data masyarakat suatu bangsa dan negara yang terdiri dari nama dan alamat, atau bisa juga ditambahkan berupa tindakan-tindakan kriminal dan prestasi-prestasi yang pernah diraih.
2. Penilaian Tentang Sistem Informasi Nasional Saat Ini
Menurut saya sistem informasi nasional saat ini sangatlah kurang baik pada saat ini karena tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan dan inginkan. Saya menginginkan sistem informasi nasional menggunakan teknologi komputer, jadi menggunakan metode data transfer.
3. Harapan Tentang Sistem Informasi Nasional Dalam 3 Tahun Kedepan
Saya menginginkan agar Indonesia mengikuti apa yang saya katakan di atas. Adapun tahapan-tahapan yang perlu dilakukan :
Tahap 1 : Diperlukan waktu kurang lebih 2 tahun. Hal ini digunakan untuk mengadakan peralatan komputer di setiap lembaga. Kalo masalah jaringan saya hanya menyarankan menggunakan jaringan yang sudah ada, seperti Speedy, FastNet, dll… Proses itu dilakukan juga untuk menghubungkan seluruh kelurahan dengan walikota dan walikota dengan gubernur.
Tahap 2 : Tahap 2 pastinya tinggal 1 tahun. Waktu ini digunakan untuk menghubungkan seluruh jaringan daerah (gubernur) ke suatu pusat lembaga yang akan mengelola data tersebut.
4. Upaya Yang Diperlukan
Untuk mencapai Sistem Informasi Nasional seperti yang saya harapkan diperlukan beberapa upaya, diantaranya :
1. Dana / Biaya
2. SDM (Sumber Daya Manusia)
3. Lembaga
Sistem Informasi Nasional merupakan suatu sistem yang dapat melakukan atau menyimpan data-data masyarakat suatu bangsa dan negara yang terdiri dari nama dan alamat, atau bisa juga ditambahkan berupa tindakan-tindakan kriminal dan prestasi-prestasi yang pernah diraih.
2. Penilaian Tentang Sistem Informasi Nasional Saat Ini
Menurut saya sistem informasi nasional saat ini sangatlah kurang baik pada saat ini karena tidak sesuai dengan apa yang saya harapkan dan inginkan. Saya menginginkan sistem informasi nasional menggunakan teknologi komputer, jadi menggunakan metode data transfer.
3. Harapan Tentang Sistem Informasi Nasional Dalam 3 Tahun Kedepan
Saya menginginkan agar Indonesia mengikuti apa yang saya katakan di atas. Adapun tahapan-tahapan yang perlu dilakukan :
Tahap 1 : Diperlukan waktu kurang lebih 2 tahun. Hal ini digunakan untuk mengadakan peralatan komputer di setiap lembaga. Kalo masalah jaringan saya hanya menyarankan menggunakan jaringan yang sudah ada, seperti Speedy, FastNet, dll… Proses itu dilakukan juga untuk menghubungkan seluruh kelurahan dengan walikota dan walikota dengan gubernur.
Tahap 2 : Tahap 2 pastinya tinggal 1 tahun. Waktu ini digunakan untuk menghubungkan seluruh jaringan daerah (gubernur) ke suatu pusat lembaga yang akan mengelola data tersebut.
4. Upaya Yang Diperlukan
Untuk mencapai Sistem Informasi Nasional seperti yang saya harapkan diperlukan beberapa upaya, diantaranya :
1. Dana / Biaya
2. SDM (Sumber Daya Manusia)
3. Lembaga
Jumat, 16 Januari 2009
Source Code Untuk Membuat RichTextBox versi WindowsMediaPlayer
Option Explicit
'Deklarasi fungsi API
Private Declare Function SendMessage _
Lib "user32" Alias "SendMessageA" ( _
ByVal hwnd As Long, ByVal wMsg As Long, _
ByVal wParam As Long, lParam As Any) As Long
Private Declare Function sndPlaySound Lib "winmm.dll" _
Alias "sndPlaySoundA" (ByVal lpszSoundName As String, _
ByVal uFlags As Long) As Long
Private Const SND_SYNC = &H0
Private Const SND_ASYNC = &H1
Dim suara As String
Dim Teks As String
Dim i As Integer
Dim digit As Integer
Dim x!
Private Sub cmdBold_Click()
With Me.rtbEditor
If Not .SelBold Then
.SelBold = True
Else
.SelBold = False
End If
End With
suara = App.Path & "\cached_multishot.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub cmdBuka_Click()
With Me.cdlEditor
.DialogTitle = "Buka File"
.CancelError = True
.FileName = ""
.Filter = "Rich Tect Format (*.rtf)" & _
"|*.rtf|Word Document (*.doc)" & _
"|*.doc|Text Document (*.txt)" & _
"|*.txt|semua File (.)|*.*"
On Error Resume Next
.ShowOpen
On Error GoTo 0
If .FileName = "" Then
Exit Sub
Else
Me.rtbEditor.FileName = .FileName
End If
End With
suara = App.Path & "\MASUKAJA.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub cmdExit_Click()
Timer1.Interval = 1
Trans = 255
SetTrans Me.hwnd, Trans
suara = App.Path & "\KELUAR.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub cmdFont_Click()
With Me.cdlEditor
.Flags = &H3 Or &H100 Or &H1
.FontBold = Me.rtbEditor.SelBold
.FontItalic = Me.rtbEditor.SelItalic
.FontUnderline = _
.FontName = Me.rtbEditor.SelFontName
.FontSize = Me.rtbEditor.SelFontSize
.ShowFont
Me.rtbEditor.SelBold = .FontBold
Me.rtbEditor.SelItalic = .FontItalic
Me.rtbEditor.SelUnderline = _
.FontUnderline
Me.rtbEditor.SelColor = .Color
Me.rtbEditor.SelFontSize = .FontSize
Me.rtbEditor.SelFontName = .FontName
End With
suara = App.Path & "\cached_multishot.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub cmdGambar_Click(Index As Integer)
Dim pic As StdPicture
With Me.cdlEditor
.DialogTitle = "Buka File"
.CancelError = True
.FileName = ""
.Filter = "Gambar JPG (*.jpg)" & _
"|*.jpg|Gambar Bmp (*.bmp)" & _
"|*.bmp"
On Error Resume Next
.ShowOpen
On Error GoTo 0
If .FileName = "" Then
Exit Sub
Else
Set pic = LoadPicture(.FileName)
Clipboard.Clear
Clipboard.SetData pic
SendMessage rtbEditor.hwnd, _
&H302, 0, 0
rtbEditor.SelText = vbCrLf
End If
End With
suara = App.Path & "\cached_hypergem_creation.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub cmdItalic_Click()
With Me.rtbEditor
If Not .SelItalic Then
.SelItalic = True
Else
.SelItalic = False
End If
End With
suara = App.Path & "\cached_multishot.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub cmdKanan_Click()
Me.rtbEditor.SelAlignment = rtfRight
suara = App.Path & "\cached_multishot.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub cmdKiri_Click()
Me.rtbEditor.SelAlignment = rtfLeft
suara = App.Path & "\cached_multishot.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub cmdSimpan_Click()
With Me.cdlEditor
.DialogTitle = "Simpan File"
.CancelError = True
.FileName = ""
.Filter = "Rich Tect Format (*.rtf)" & _
"|*.rtf"
On Error Resume Next
.ShowSave
On Error GoTo 0
If .FileName = "" Then
Exit Sub
Else
On Error Resume Next
Me.rtbEditor.SaveFile .FileName
End If
End With
suara = App.Path & "\cached_multishot.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub cmdTengah_Click()
Me.rtbEditor.SelAlignment = rtfCenter
suara = App.Path & "\cached_multishot.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub cmdUnderline_Click()
With Me.rtbEditor
If Not .SelUnderline Then
.SelUnderline = True
Else
.SelUnderline = False
End If
End With
suara = App.Path & "\cached_multishot.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub Form_Load()
Dim kanvas, half, Font, clr, bgr
Dim TxtAnimasi, pos, scl, xf
Set kanvas = DAVCW.MeterLibrary
Set half = kanvas.DANumber(0.5)
Set clr = kanvas.ColorHslAnim(kanvas.Mul _
(kanvas.LocalTime, _
kanvas.DANumber(0.345)), half, half)
Set Font = kanvas.Font("comic sans ms", 9, clr)
Set TxtAnimasi = kanvas.StringImage _
("SELAMAT DATANG DI APLIKASI SEDERHANA INI", Font)
Set pos = kanvas.Mul(kanvas.Sin(kanvas.LocalTime), _
kanvas.DANumber(0.02))
Set scl = kanvas.Add(kanvas.DANumber(2), _
kanvas.Abs(kanvas.Mul(kanvas.Sin _
(kanvas.LocalTime), kanvas.DANumber(3))))
Set xf = kanvas.Compose2(kanvas.Translate2Anim _
(kanvas.DANumber(0), pos), _
kanvas.Scale2UniformAnim(scl))
Set TxtAnimasi = TxtAnimasi.Transform(xf)
Set bgr = kanvas.Rotate3RateDegrees _
(kanvas.Vector3(1, 1, 1), 45) _
.ParallelTransform2
Set TxtAnimasi = TxtAnimasi.Transform(bgr)
DAVCW.BackgroundImage = _
kanvas.SolidColorImage(kanvas.Blue)
DAVCW.Image = TxtAnimasi
DAVCW.Start
suara = App.Path & "\cached_electro_start.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub Timer1_Timer()
If Trans <> 0 Then
Trans = Trans - 1
End If
SetTrans Me.hwnd, Trans
If Trans = 0 Then
Me.Enabled = True
Unload Me
End If
End Sub
'Deklarasi fungsi API
Private Declare Function SendMessage _
Lib "user32" Alias "SendMessageA" ( _
ByVal hwnd As Long, ByVal wMsg As Long, _
ByVal wParam As Long, lParam As Any) As Long
Private Declare Function sndPlaySound Lib "winmm.dll" _
Alias "sndPlaySoundA" (ByVal lpszSoundName As String, _
ByVal uFlags As Long) As Long
Private Const SND_SYNC = &H0
Private Const SND_ASYNC = &H1
Dim suara As String
Dim Teks As String
Dim i As Integer
Dim digit As Integer
Dim x!
Private Sub cmdBold_Click()
With Me.rtbEditor
If Not .SelBold Then
.SelBold = True
Else
.SelBold = False
End If
End With
suara = App.Path & "\cached_multishot.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub cmdBuka_Click()
With Me.cdlEditor
.DialogTitle = "Buka File"
.CancelError = True
.FileName = ""
.Filter = "Rich Tect Format (*.rtf)" & _
"|*.rtf|Word Document (*.doc)" & _
"|*.doc|Text Document (*.txt)" & _
"|*.txt|semua File (.)|*.*"
On Error Resume Next
.ShowOpen
On Error GoTo 0
If .FileName = "" Then
Exit Sub
Else
Me.rtbEditor.FileName = .FileName
End If
End With
suara = App.Path & "\MASUKAJA.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub cmdExit_Click()
Timer1.Interval = 1
Trans = 255
SetTrans Me.hwnd, Trans
suara = App.Path & "\KELUAR.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub cmdFont_Click()
With Me.cdlEditor
.Flags = &H3 Or &H100 Or &H1
.FontBold = Me.rtbEditor.SelBold
.FontItalic = Me.rtbEditor.SelItalic
.FontUnderline = _
.FontName = Me.rtbEditor.SelFontName
.FontSize = Me.rtbEditor.SelFontSize
.ShowFont
Me.rtbEditor.SelBold = .FontBold
Me.rtbEditor.SelItalic = .FontItalic
Me.rtbEditor.SelUnderline = _
.FontUnderline
Me.rtbEditor.SelColor = .Color
Me.rtbEditor.SelFontSize = .FontSize
Me.rtbEditor.SelFontName = .FontName
End With
suara = App.Path & "\cached_multishot.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub cmdGambar_Click(Index As Integer)
Dim pic As StdPicture
With Me.cdlEditor
.DialogTitle = "Buka File"
.CancelError = True
.FileName = ""
.Filter = "Gambar JPG (*.jpg)" & _
"|*.jpg|Gambar Bmp (*.bmp)" & _
"|*.bmp"
On Error Resume Next
.ShowOpen
On Error GoTo 0
If .FileName = "" Then
Exit Sub
Else
Set pic = LoadPicture(.FileName)
Clipboard.Clear
Clipboard.SetData pic
SendMessage rtbEditor.hwnd, _
&H302, 0, 0
rtbEditor.SelText = vbCrLf
End If
End With
suara = App.Path & "\cached_hypergem_creation.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub cmdItalic_Click()
With Me.rtbEditor
If Not .SelItalic Then
.SelItalic = True
Else
.SelItalic = False
End If
End With
suara = App.Path & "\cached_multishot.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub cmdKanan_Click()
Me.rtbEditor.SelAlignment = rtfRight
suara = App.Path & "\cached_multishot.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub cmdKiri_Click()
Me.rtbEditor.SelAlignment = rtfLeft
suara = App.Path & "\cached_multishot.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub cmdSimpan_Click()
With Me.cdlEditor
.DialogTitle = "Simpan File"
.CancelError = True
.FileName = ""
.Filter = "Rich Tect Format (*.rtf)" & _
"|*.rtf"
On Error Resume Next
.ShowSave
On Error GoTo 0
If .FileName = "" Then
Exit Sub
Else
On Error Resume Next
Me.rtbEditor.SaveFile .FileName
End If
End With
suara = App.Path & "\cached_multishot.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub cmdTengah_Click()
Me.rtbEditor.SelAlignment = rtfCenter
suara = App.Path & "\cached_multishot.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub cmdUnderline_Click()
With Me.rtbEditor
If Not .SelUnderline Then
.SelUnderline = True
Else
.SelUnderline = False
End If
End With
suara = App.Path & "\cached_multishot.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub Form_Load()
Dim kanvas, half, Font, clr, bgr
Dim TxtAnimasi, pos, scl, xf
Set kanvas = DAVCW.MeterLibrary
Set half = kanvas.DANumber(0.5)
Set clr = kanvas.ColorHslAnim(kanvas.Mul _
(kanvas.LocalTime, _
kanvas.DANumber(0.345)), half, half)
Set Font = kanvas.Font("comic sans ms", 9, clr)
Set TxtAnimasi = kanvas.StringImage _
("SELAMAT DATANG DI APLIKASI SEDERHANA INI", Font)
Set pos = kanvas.Mul(kanvas.Sin(kanvas.LocalTime), _
kanvas.DANumber(0.02))
Set scl = kanvas.Add(kanvas.DANumber(2), _
kanvas.Abs(kanvas.Mul(kanvas.Sin _
(kanvas.LocalTime), kanvas.DANumber(3))))
Set xf = kanvas.Compose2(kanvas.Translate2Anim _
(kanvas.DANumber(0), pos), _
kanvas.Scale2UniformAnim(scl))
Set TxtAnimasi = TxtAnimasi.Transform(xf)
Set bgr = kanvas.Rotate3RateDegrees _
(kanvas.Vector3(1, 1, 1), 45) _
.ParallelTransform2
Set TxtAnimasi = TxtAnimasi.Transform(bgr)
DAVCW.BackgroundImage = _
kanvas.SolidColorImage(kanvas.Blue)
DAVCW.Image = TxtAnimasi
DAVCW.Start
suara = App.Path & "\cached_electro_start.wav"
sndPlaySound suara, SND_ASYNC
End Sub
Private Sub Timer1_Timer()
If Trans <> 0 Then
Trans = Trans - 1
End If
SetTrans Me.hwnd, Trans
If Trans = 0 Then
Me.Enabled = True
Unload Me
End If
End Sub
Pembahasan Soal UTS
2. Tentang Open System
b. Open system membuat user semakin nyaman
Karena open system dapat dipakai oleh berbagai platform, sehingga user dapat menggunakan system operasi apapun. Dengan demikian tidak harus terkait oleh satu platform saja yang dapat menyusahkan user.
4. Tentang Freeware
d. Freeware meningkatkan kompetisi antar vendor aplikasi
Dengan adanya freeware maka banyak aplikasi-aplikasi baru yang tercipta. Oleh sebab itu, banyak para vendor bersaing untuk menciptakan suatu aplikasi baru secara freeware untuk menarik minat konsumen sehingga konsumen memakai aplikasi yang dibuatnya.
6. Hal-Hal yang mendorong kematian System Perangkat Lunak :
d. gagal mengejar kemampuan pesaing
Dalam hal ini, suatu System Perangkat Lunak harus dapat mengejar kemampuan pesaing karena bila sistem perangkat lunak tersebut akan mati. Hal ini disebabkan oleh perkembangan teknologi yang pesat, sehingga para vendor harus dapat mengupdate system perangkat lunak yang dibuatnya sesuai dengan yang diinginkan user dan mengembangkan perangkat lunak tersebut agar dapat bersaing dengan vendor yang lain.
8. Profesi IT masa depan :
b. Semua orang tanpa latar belakang IT dapat menjadi professional IT
Zaman sekarang ini, ilmu IT dapat dipelajari oleh semua orang, baik yang melalui lembaga formal ataupun informal bahkan adapula yand belajar secara otodidak. Hal ini tidak dapat diungkiri lagi, karena dengan perkembangan teknologi, informasipun dapat diperoeh dengan mudah. Oleh sebab itu, semua orang tanpa latar belakang IT dapat menjadi profesional IT. Apalagi dengan didorong oleh prospek masa depan yang cerah, maka tidak ada kata tidak mungkin bila orang tanpa latar belakang IT menjadi profesional IT.
10. Tentang Kejahatan berbasis WEB
a. berkembang karena teknologi internet dan komunikai data
Perkembangan teknologi internet dan komunikasi data dapat menimbulkan kejahatan WEB. Walaupun pencegahan dan penanganan kejahatan serta kode etik telah diciptakan tapi hal ini tetap dapat terjadi. Tanpa adanya kesadaran sang pelaku, apalagi didorong oleh akses tanpa batas dan keamanan server yang kurang memadai memudahkan sang pelaku melakukan tindak kejahatan untuk meraih keuntungan untuk dirinya.
b. Open system membuat user semakin nyaman
Karena open system dapat dipakai oleh berbagai platform, sehingga user dapat menggunakan system operasi apapun. Dengan demikian tidak harus terkait oleh satu platform saja yang dapat menyusahkan user.
4. Tentang Freeware
d. Freeware meningkatkan kompetisi antar vendor aplikasi
Dengan adanya freeware maka banyak aplikasi-aplikasi baru yang tercipta. Oleh sebab itu, banyak para vendor bersaing untuk menciptakan suatu aplikasi baru secara freeware untuk menarik minat konsumen sehingga konsumen memakai aplikasi yang dibuatnya.
6. Hal-Hal yang mendorong kematian System Perangkat Lunak :
d. gagal mengejar kemampuan pesaing
Dalam hal ini, suatu System Perangkat Lunak harus dapat mengejar kemampuan pesaing karena bila sistem perangkat lunak tersebut akan mati. Hal ini disebabkan oleh perkembangan teknologi yang pesat, sehingga para vendor harus dapat mengupdate system perangkat lunak yang dibuatnya sesuai dengan yang diinginkan user dan mengembangkan perangkat lunak tersebut agar dapat bersaing dengan vendor yang lain.
8. Profesi IT masa depan :
b. Semua orang tanpa latar belakang IT dapat menjadi professional IT
Zaman sekarang ini, ilmu IT dapat dipelajari oleh semua orang, baik yang melalui lembaga formal ataupun informal bahkan adapula yand belajar secara otodidak. Hal ini tidak dapat diungkiri lagi, karena dengan perkembangan teknologi, informasipun dapat diperoeh dengan mudah. Oleh sebab itu, semua orang tanpa latar belakang IT dapat menjadi profesional IT. Apalagi dengan didorong oleh prospek masa depan yang cerah, maka tidak ada kata tidak mungkin bila orang tanpa latar belakang IT menjadi profesional IT.
10. Tentang Kejahatan berbasis WEB
a. berkembang karena teknologi internet dan komunikai data
Perkembangan teknologi internet dan komunikasi data dapat menimbulkan kejahatan WEB. Walaupun pencegahan dan penanganan kejahatan serta kode etik telah diciptakan tapi hal ini tetap dapat terjadi. Tanpa adanya kesadaran sang pelaku, apalagi didorong oleh akses tanpa batas dan keamanan server yang kurang memadai memudahkan sang pelaku melakukan tindak kejahatan untuk meraih keuntungan untuk dirinya.
- Diakhir abad ke-20 perkembangan IT sangat pesat. Hal ini didorong oleh beberapa macam faktor, yaitu adanya percepatan dalam IPTEK. Dimulai dari adanya komputer generasi pertama yang masih menggunakan tabung hampa yang cepat panas dan tidak efisien hingga terciptanya komputer generasi kedua yang menggunakan resistor, lalu dilanjutkan dengan komputer generasi ketiga yang sudah menggunakan IC hingga adanya komputer generasi keempat. Adanya komputer yang semakin berkembang itu adalah konkrit dari dampak dari percepatan dalam IPTEK sehingga perkembangan IT pun menjadi sangat pesat. Arus informasi pun menjadi lebih cepat dan banyak sehingga menyebabkan timbulnya transformasi data menjadi informasi. Data-data atau fakta-fakata yang ada pun diolah untuk dijadikan informasi semakin efisien dan efektif. Data tersebut biasanya dan lebih banyak diolah dengan menggunakan komputer yang pada akhirnya menyebabkan perkembangan IT pun sangat pesat. Data yang di dapat dari hasil observasi dan lain-lain di olah sedemikian rupa sehingga menjadi sesuatu yang sangat berguna terutama untuk informasi. Dengan informasi tersebut kita dapat mengevaluasi segala kesalahan-kesalahan yang di buat dalam pengambilan keputusan.
- Dengan perkembangan tren IT saat ini tentunya semakin banyak para peminat IT untuk bekerja disebuah perusahaan apalagi dengan gaji yang menggiurkan, tentunya dengan hal tersebut akan membuat orang banyak untuk menjadi specialist IT. Tren IT yang terjadi dimasa depan bisa kita lihat mulai dari para versatilis yang lebih dominan dibandingkan spesialis IT. Orang-orang yang terbilang bukan dari orang IT dengan mudahnya mempelajari komputer tanpa harus menjadi spesialis IT. Arus informasi yang semakin pesat dan tak tertahan membuat para versatilis menjadi lebih mudah dan nyaman dengan menggunakan Internet. Dengan menggunakan Internet, mereka bisa mempelajari semuanya karena perusahaan-perusahaan IT pun banyak yang mengeluarkan produknya secara opensource maupun opensystem. Dengan demikian orang-orang tersebut dapat mempelajarinya sendiri tanpa harus menjadi seorang IT dan bisa mengembangkan diri mereka sehingga dapat mengalahkan orang IT atau spesialis IT sekalipun.
- Menurut pendapat saya Sertifikasi yang ada di LSP Telematika itu mempunyai dampak buruknya juga.Dampak Buruk yang terjadi yaitu Menurunnya tingkat kepercayaan pada ijazah Sarjana Komputer, kenapa?karena saat jika orang tersebut mempunyai title Sarjana komputer tetapi tidak mampu untuk melakukan suatu tugas/project sedangkan orang yang satu lagi tidak memiliki ijazah sarjana tetapi mempunyai kredibilitas yang tinggi dan mempunyai sertifikasi LSP Telematika, maka hal ini akan membuat para sarjana muda komputer tidak dipercaya lagi oleh banyak perusahaan.
- Pembajakan memang hal yang negatif, tidak bisa dipungkiri lagi bahwasanya selama ini hampir semua program dirumah kita menggunakan Aplikasi bajakan, namun pembajakan software mungkin harus di toleransi untuk beberapa apliksi tertentu, Hal ini perlu dilakukan mengingat atas dasar kepentingan tertentu seperti dalam hal pendidikan yang diantaranya untuk pelajar dan mahasiswa yang rata-rata memiliki dana yang begitu minim, tentunya tidak mampu untuk membeli aplikasi yang asli dan akhirnya membeli aplikasi bajakan tersebut. Aplikasi suatu software Bajakan juga mudah di dapatkan tetapi juga di jual dengan harga yang realtif murah sehingga semua kalangan mampu untuk membelinya. Karena faktor itulah saya mengemukakan pendapat itu.
- Mungkin suatu ancaman apabila suatu lulusan perguruan tinggi mempunyai title tetapi tidak sesuai dengan kompetensi,hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu karena suatu perubahan di dunia IT yang sangat cepat mungkin banyak kalangan yang tidak mampu terus mengikutinya sehingga pembelajaran akan hal IT tidak sesuai dengan kondisi yang ada.Faktor kedua mungkin hal ini yang membuat sarjana computer banyak menganggur dikarenakan tidak siap untuk terjun langsung ke dunia kerja sesungguhnya,mereka merasa minder atas apa yang selama ini mereka pelajari.,jadi jelas ada kaitannya kedua faktor tersebut.
- Dengan perkembangan tren IT saat ini tentunya semakin banyak para peminat IT untuk bekerja disebuah perusahaan apalagi dengan gaji yang menggiurkan, tentunya dengan hal tersebut akan membuat orang banyak untuk menjadi specialist IT. Tren IT yang terjadi dimasa depan bisa kita lihat mulai dari para versatilis yang lebih dominan dibandingkan spesialis IT. Orang-orang yang terbilang bukan dari orang IT dengan mudahnya mempelajari komputer tanpa harus menjadi spesialis IT. Arus informasi yang semakin pesat dan tak tertahan membuat para versatilis menjadi lebih mudah dan nyaman dengan menggunakan Internet. Dengan menggunakan Internet, mereka bisa mempelajari semuanya karena perusahaan-perusahaan IT pun banyak yang mengeluarkan produknya secara opensource maupun opensystem. Dengan demikian orang-orang tersebut dapat mempelajarinya sendiri tanpa harus menjadi seorang IT dan bisa mengembangkan diri mereka sehingga dapat mengalahkan orang IT atau spesialis IT sekalipun.
- Menurut pendapat saya Sertifikasi yang ada di LSP Telematika itu mempunyai dampak buruknya juga.Dampak Buruk yang terjadi yaitu Menurunnya tingkat kepercayaan pada ijazah Sarjana Komputer, kenapa?karena saat jika orang tersebut mempunyai title Sarjana komputer tetapi tidak mampu untuk melakukan suatu tugas/project sedangkan orang yang satu lagi tidak memiliki ijazah sarjana tetapi mempunyai kredibilitas yang tinggi dan mempunyai sertifikasi LSP Telematika, maka hal ini akan membuat para sarjana muda komputer tidak dipercaya lagi oleh banyak perusahaan.
- Pembajakan memang hal yang negatif, tidak bisa dipungkiri lagi bahwasanya selama ini hampir semua program dirumah kita menggunakan Aplikasi bajakan, namun pembajakan software mungkin harus di toleransi untuk beberapa apliksi tertentu, Hal ini perlu dilakukan mengingat atas dasar kepentingan tertentu seperti dalam hal pendidikan yang diantaranya untuk pelajar dan mahasiswa yang rata-rata memiliki dana yang begitu minim, tentunya tidak mampu untuk membeli aplikasi yang asli dan akhirnya membeli aplikasi bajakan tersebut. Aplikasi suatu software Bajakan juga mudah di dapatkan tetapi juga di jual dengan harga yang realtif murah sehingga semua kalangan mampu untuk membelinya. Karena faktor itulah saya mengemukakan pendapat itu.
- Mungkin suatu ancaman apabila suatu lulusan perguruan tinggi mempunyai title tetapi tidak sesuai dengan kompetensi,hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu karena suatu perubahan di dunia IT yang sangat cepat mungkin banyak kalangan yang tidak mampu terus mengikutinya sehingga pembelajaran akan hal IT tidak sesuai dengan kondisi yang ada.Faktor kedua mungkin hal ini yang membuat sarjana computer banyak menganggur dikarenakan tidak siap untuk terjun langsung ke dunia kerja sesungguhnya,mereka merasa minder atas apa yang selama ini mereka pelajari.,jadi jelas ada kaitannya kedua faktor tersebut.
Blue Print Sistem Informasi (aplikasi) e-Government

· 1. Dari berbagai sektor pembangunan nasional, pengembangan Teknologi Informasi Pemerintah, khususnya e-government merupakan salah satu sektor yang terus berjalan dengan landasan hukum dan standarisasi teknis yang sangat minim. Bahkan terkesan pengembangan Sistem Informasi e-government dibiarkan mencari bentuk sesuai dengan kemampuan pengelolanya.
· 2. Dari berbagai sektor pembangunan nasional, pengembangan Teknologi Informasi Pemerintah, khususnya e-government merupakan salah satu sektor yang terus berjalan dengan landasan hukum dan standarisasi teknis yang sangat minim. Bahkan terkesan pengembangan Sistem Informasi e-government dibiarkan mencari bentuk sesuai dengan kemampuan pengelolanya.Kebebasan berimprovisasi dalam pengembangan e-government berbalut otonomi daerah, serta belum adanya regulasi yang mengatur standard pengembangan e-government secara nasional menyebabkan setiap lembaga pemerintah, baik pusat maupun daerah mengembangkan e-government hanya untuk kepentingan sektor masing-masing.Kepedulian untuk mendukung atau meminta dukungan dari lembaga pemerintah lain yang secara logis menjadi kunci utama atau pendukung operasionalisasi e-government lintas sektoral sulit diwujudkan karena regulasi, job description antar lembaga pemerintah hingga kemauan para pengelolanya belum terbangun secara matang. Hasilnya, saat ini telah terbangun pulau-pulau informasi pada berbagai level.Pulau-pulau informasi tersebut pada akhirnya akan melahirkan biaya tinggi ketika kesadaran untuk melakukan integrasi e-government harus diwujudkan. Biaya yang semestinya tidak diperlukan bila regulasi dan kesadaran yang mewajibkan setiap pengembangan aplikasi e-government baru untuk menyesuaikan dan mengintegrasikan dengan berbagai aplikasi yang sudah ada sebelumnya, sudah terbentuk.
Domain e-government
Dalam pengembangan e-government nasional, pada dasarnya kebijakan integrasi aplikasi dan database berarti membangun saling keterkaitan fungsional sesuai tugas pokok dan fungsi kelembagaan. Database yang dihasilkan oleh lembaga yang satu mempengaruhi database lembaga lain. Informasi yang dihasilkan oleh lembaga pemerintah yang satu dapat, bahkan harus menjadi data bagi aplikasi e-government yang dioperasikan oleh lembaga pemerintah yang lain.
Dengan konsistensi kerjasama lintas lembaga pemerintah dalam operasional dan sikronisasi database e-government, sangat diyakini bahwa duplikasi data dan validitas data dapat dihindari. Sebagai contoh, lembaga pemerintah yang berwenang mengeluarkan data kependudukan hanya dinas kependudukan. Sistem Informasi Kesehatan yang dioperasikan oleh Dinas kesehatan harus mengacu pada produk Sistem Informasi kependudukanpada dinas kependudukan. Begitu juga Dinas kesejahteraan rakyat, dinas pendidikan, dan lain-lain.
Intinya, komponen yang menyangkut data manusia/personil harus mengacu data yang dihasilkan Sistem Informasi Kependudukan. Bukannya melakukan entry sendiri, yang berdampak jumlah penduduk yang dihasilkan antar dinas akan berbeda. Dengan demikian, database kependudukan merupakan satu domain tersendiri. Database kependudukan dihasilkan oleh Sistem Informasi Kependudukan.
Semua lembaga pemerintah non kependudukan harus menempatkan diri sebagai pengembang Sub Sistem Informasi sektoral, yang secara teknis melengkapi data kependudukan dengan atribut-atribut sektoral. Dinas/Departemen Kesehatan melengkapi dengan atribut-atribut kesehatan (seperti rekam medik), Dinas/Departemen Pendidikan melengkapi data penduduk dengan atribut-atribut pendidikan, dinas/departemen lain melengkapi dengan atribut-atribut ketenagakerjaan, pajak-pajak, inventory, dan lain-lain. Dengan demikian konsistensi Single Identity Number mungkin diwujudkan. Nomor Induk Kependudukan (NIK) merupakan primary key, dan nomor-nomor identitas lain yang bersifat sektoral merupakan secondary key.
Domain berikutnya adalah Domain Keuangan. Keuangan merupakan satu domain mandiri, meski pada beberapa sektor memiliki keterkaitan dengan komponen lain, seperti komponen kependudukan, inventaris (properties) dan geographical. Saat ini masih terdapat perbedaan kode berbasis keuangan, diantaranya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi obyek human (manusia) dan nomor inventaris bagi barang bergerak/tidak bergerak (aset). Sementara dalam sistem penganggaran, dikenal dengan nomor rekening. Memang secara teknis masing-masing nomor memiliki fungsi yang berbeda, namun basis dasar aktifitas ini adalah nominal value.
Sistem Informasi Keuangan merupakan hulu dengan hilir bercabang pada banyak sektor, seperti pendapatan daerah, aset, pajak dan retribusi, dan lain-lain. Dalam beberapa sektor, domain keuangan memiliki interelasi kuat dengan database lain, sehingga tidak menutup kemungkinan pada beberapa sektor, seperti perpajakan, juga menjadi sub Sistem Informasi dari kependudukan dan penggajian yang menjadi sub sub Sistem Informasi kepegawaian. Namun kenyataannya, memang tidak semua komponen berbasis keuangan dapat dirujukkan dengan domain kependudukan, seperti sub Sistem Informasi aset.
Domain ketiga adalah Domain Potensi. Domain ini merujuk pada wilayah yang berhubungan dengan resources non keuangan dan human resources, seperti produk komoditas pertanian, peternakan, landmark (sungai, gunung, hutan, dan lain-lain), dan sebagainya. Masing-masing resources memiliki kode yang semestinya distandarisasi, sehingga dalam manajemen potensi dapat diintegrasikan. Misalnya, produk Sistem Informasi Potensi Daerah dapat disinergikan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Produk komoditas dapat dipetakan dalam areal tertentu melalui peta digital, dan lain-lain.
Sistem Informasi Potensi ini dirujuk oleh berbagai sub Sistem Informasi, antara lain: Sistem Informasi Pertanian dan kehutanan, Sistem Informasi Geografis, Sistem Informasi Pertanahan, Sistem Informasi Kelautan, dan lain-lain. Dengan demikian, setiap pengembang aplikasi mesti merujuk dan mengambil data yang diproduksi oleh Sistem Informasi Potensi.
Standarisasi teknis dan interoperabilitas menjadi syarat mutlak supaya antar Sistem Informasi maupun antar sub Sistem Informasi dapat saling berkomunikasi antar domain, maupun internal domain.
Dari uraian di atas, kita dapat memfokuskan pengembangan dan mengatur keterkaitan tugas pokok dan fungsi lem pemerintah yang satu dengan lembaga pemerintah yang lain. Dalam prakteknya, saling keterkaitan database e-government akan melahirkan saling ketergantungan dan saling mendukung antar tugas pokok dan fungsi lembaga pemerintah.
Dengan melakukan penataan yang tepat dalam setiap pengembangan e-government melalui pola di atas, step by step pengembangan aplikasi e-government dapat dilakukan. Misalnya, aplikasi kesehatan tidak seharusnya dibangun apabila sub aplikasi kesehatan, seperti aplikasi puskesmas, RSUD, apotik, dan lain-lain belum ada. Aplikasi penggajian baru dapat dibangun setelah aplikasi kepegawaian telah berjalan dengan baik. Aplikasi ketenagakerjaan belum saatnya dibangun bila database kependudukan belum ada, dan lain-lain.
Standarisasi dan regulasi yang mengatur inter-relasi dan integrasi database e-government sudah seharusnya diprioritaskan untuk disusun, karena tanpa adanya ketegasan pemerintah untuk mengatur tata integrasi database nasional, integrasi database nasional sulit diwujudkan. Dan regulasi interelasi dan integrasi database tidak berarti intervensi terhadap otonomi daerah. Namun justru mengarahkan otonomi daerah pada kesatuan nasional, melalui e-government.
Kampanye kepedulian pada data
ANDA pernah kesulitan mendapatkan sambungan telepon ke rumah? Atau frustrasi karena nyaris selalu gagal mengakses jaringan internet? Jangan khawatir, Anda tak sendiri. Ada banyak warga masyarakat lain yang punya pengalaman serupa. Asal-muasal penyebab masalah itu adalah lambatnya perkembangan telematika di Indonesia. Telematika kurang-lebih bisa diartikan sebagai gabungan segala hal mengenai telekomunikasi, multimedia, dan informatika.
Seperti diketahui, maju-tidaknya telematika sebuah negara bisa diukur dari beberapa indikator, misalnya infrastruktur telekomunikasi, penetrasi sambungan telepon, jumlah pelanggan atau pemakai telepon seluler, angka pemakai internet, dan frekuensi penggunaannya.
Dalam soal itu, Indonesia memang tergolong ketinggalan. Infrastruktur telekomunikasi, umpamanya, belum menjangkau seluruh wilayah sehingga total sambungan telepon terpasang (installed line) baru mencapai sekitar 7,5 juta atau kurang dari tiga persen dari populasi penduduk. Padahal, Indonesia sudah mempunyai satelit komunikasi sendiri.
Pelanggan internet tercatat kurang dari 600 ribu, dengan jumlah pengguna diperkirakan belum melampaui angka dua juta alias satu persen dari populasi penduduk. Ini pun masih ditambah sulitnya akses ke jaringan gara-gara minimnya bandwidth yang tersedia.
Kenyataan itulah yang pekan lalu memicu munculnya apa yang disebut Gerakan Nasional Telematika (Genetika). Ini semacam program kerja yang digagas oleh komunitas telematika Indonesia, yang terdiri atas wakil pemerintah dan BUMN, dunia pendidikan, kalangan industri (swasta), serta praktisi yang punya kepedulian dan sehari-hari bergelut pada bidang telematika.
Gerakan itu punya tujuan besar: meningkatkan perkembangan serta kerja sama antarpelaku telematika. Untuk mencapai tujuan itu, Genetika mematok sejumlah target. Yang pertama, ada keinginan untuk mencapai kemajuan nyata dalam bidang infrastruktur telekomunikasi, misalnya tersedianya bandwidth jaringan infrastruktur yang lebar, menggunakan jalur broadband. Bidang ini dianggap penting karena akan menjadi tulang punggung perkembangan telematika.
Lewat Genetika, komunitas juga berharap sumber daya manusia, yakni masyarakat secara luas, mendapat pendidikan yang cukup tentang teknologi sehingga pada gilirannya nanti proses adopsi perkembangan teknologi berjalan mulus.
Dari sisi aplikasi multimedia, Genetika diharapkan mampu memperluas jenis pelayanan sehingga kelak orang tidak hanya mendapat informasi dan berkomunikasi, tapi juga dapat melakukan transaksi bisnis melalui internet. "Maunya, sih, nantinya pembuatan KTP, SIM, atau transaksi bisnis bisa dilakukan lewat dunia maya," kata J.B. Kristiadi, sekretaris Tim Koordinasi Telematika Nasional (TKTI). Untuk itulah pemerintah sekarang berusaha membuat portal Indonesia yang diisi oleh departemen-departemen.
Dalam waktu dekat, komunitas juga menginginkan industri multimedia Indonesia semakin maju. Sentra-sentra industri perangkat lunak akan didukung sepenuhnya sehingga bukan tidak mungkin suatu saat nanti bisa merebut perhatian Amerika, yang kini tengah tertambat hatinya pada industri software India. Dan itu sudah dimulai, misalnya di Bandung ada Bandung HighTech Valley, di Bali ada Bali Camp, dan di Sumatra Utara rencananya akan dibuat semacam Lembah Silikon seperti yang ada di Amerika. Terakhir, komunitas berharap pemerintah memiliki kebijakan yang kondusif bagi perkembangan telematika, contohnya dengan pembuatan Cyber Law.
Adapun langkah konkret paling utama yang akan ditempuh dalam setahun ini adalah menjalankan program yang disebut "Sekolah 2001", yang dimulai Maret nanti. Program ini dilakukan dengan cara memperkenalkan aplikasi multimedia di sekolah-sekolah menengah. Juga akan terus dilakukan kampanye Genetika melalui seminar dan lokakarya, yang akan digelar sepanjang tahun ini.
Seandainya skenario Genetika lancar, kelak orang awam seperti ibu rumah tangga diangankan bisa berbelanja lewat internet. Para petani dapat menggunakan internet untuk melihat data harga cengkeh atau tembakau di dunia, misalnya. "Karena itu, saya optimistis pada masa depan Genetika," kata pengamat telematika Roy Suryo kepada Agus Slamet dari TEMPO.
Namun, sebaliknya, kalangan industri justru lebih bersikap menunggu agenda konkret Genetika. "Teman-teman yang bergerak di bidang telekomunikasi seluler, misalnya, masih akan melihat-lihat dulu pada bagian mana bisa urun rembuk," ujar Direktur PT Ericsson Indonesia, Ade S.B. Sharif, "Tapi jelas, kalau tujuannya untuk mendidik pasar, masyarakat, kami ikut senang."
Seperti diketahui, maju-tidaknya telematika sebuah negara bisa diukur dari beberapa indikator, misalnya infrastruktur telekomunikasi, penetrasi sambungan telepon, jumlah pelanggan atau pemakai telepon seluler, angka pemakai internet, dan frekuensi penggunaannya.
Dalam soal itu, Indonesia memang tergolong ketinggalan. Infrastruktur telekomunikasi, umpamanya, belum menjangkau seluruh wilayah sehingga total sambungan telepon terpasang (installed line) baru mencapai sekitar 7,5 juta atau kurang dari tiga persen dari populasi penduduk. Padahal, Indonesia sudah mempunyai satelit komunikasi sendiri.
Pelanggan internet tercatat kurang dari 600 ribu, dengan jumlah pengguna diperkirakan belum melampaui angka dua juta alias satu persen dari populasi penduduk. Ini pun masih ditambah sulitnya akses ke jaringan gara-gara minimnya bandwidth yang tersedia.
Kenyataan itulah yang pekan lalu memicu munculnya apa yang disebut Gerakan Nasional Telematika (Genetika). Ini semacam program kerja yang digagas oleh komunitas telematika Indonesia, yang terdiri atas wakil pemerintah dan BUMN, dunia pendidikan, kalangan industri (swasta), serta praktisi yang punya kepedulian dan sehari-hari bergelut pada bidang telematika.
Gerakan itu punya tujuan besar: meningkatkan perkembangan serta kerja sama antarpelaku telematika. Untuk mencapai tujuan itu, Genetika mematok sejumlah target. Yang pertama, ada keinginan untuk mencapai kemajuan nyata dalam bidang infrastruktur telekomunikasi, misalnya tersedianya bandwidth jaringan infrastruktur yang lebar, menggunakan jalur broadband. Bidang ini dianggap penting karena akan menjadi tulang punggung perkembangan telematika.
Lewat Genetika, komunitas juga berharap sumber daya manusia, yakni masyarakat secara luas, mendapat pendidikan yang cukup tentang teknologi sehingga pada gilirannya nanti proses adopsi perkembangan teknologi berjalan mulus.
Dari sisi aplikasi multimedia, Genetika diharapkan mampu memperluas jenis pelayanan sehingga kelak orang tidak hanya mendapat informasi dan berkomunikasi, tapi juga dapat melakukan transaksi bisnis melalui internet. "Maunya, sih, nantinya pembuatan KTP, SIM, atau transaksi bisnis bisa dilakukan lewat dunia maya," kata J.B. Kristiadi, sekretaris Tim Koordinasi Telematika Nasional (TKTI). Untuk itulah pemerintah sekarang berusaha membuat portal Indonesia yang diisi oleh departemen-departemen.
Dalam waktu dekat, komunitas juga menginginkan industri multimedia Indonesia semakin maju. Sentra-sentra industri perangkat lunak akan didukung sepenuhnya sehingga bukan tidak mungkin suatu saat nanti bisa merebut perhatian Amerika, yang kini tengah tertambat hatinya pada industri software India. Dan itu sudah dimulai, misalnya di Bandung ada Bandung HighTech Valley, di Bali ada Bali Camp, dan di Sumatra Utara rencananya akan dibuat semacam Lembah Silikon seperti yang ada di Amerika. Terakhir, komunitas berharap pemerintah memiliki kebijakan yang kondusif bagi perkembangan telematika, contohnya dengan pembuatan Cyber Law.
Adapun langkah konkret paling utama yang akan ditempuh dalam setahun ini adalah menjalankan program yang disebut "Sekolah 2001", yang dimulai Maret nanti. Program ini dilakukan dengan cara memperkenalkan aplikasi multimedia di sekolah-sekolah menengah. Juga akan terus dilakukan kampanye Genetika melalui seminar dan lokakarya, yang akan digelar sepanjang tahun ini.
Seandainya skenario Genetika lancar, kelak orang awam seperti ibu rumah tangga diangankan bisa berbelanja lewat internet. Para petani dapat menggunakan internet untuk melihat data harga cengkeh atau tembakau di dunia, misalnya. "Karena itu, saya optimistis pada masa depan Genetika," kata pengamat telematika Roy Suryo kepada Agus Slamet dari TEMPO.
Namun, sebaliknya, kalangan industri justru lebih bersikap menunggu agenda konkret Genetika. "Teman-teman yang bergerak di bidang telekomunikasi seluler, misalnya, masih akan melihat-lihat dulu pada bagian mana bisa urun rembuk," ujar Direktur PT Ericsson Indonesia, Ade S.B. Sharif, "Tapi jelas, kalau tujuannya untuk mendidik pasar, masyarakat, kami ikut senang."
Langganan:
Postingan (Atom)
